by admin | Aug 4, 2026 | Berita Utama
Divhubinter Polri, Jakarta. Pada Kamis (24/10) hingga Jumat (25/10), perwakilan Divhubinter Polri AKBP Ahmad Fadilan, SSi, MSi, MSc, turut berpartisipasi dalam pembahasan strategis terkait keamanan regional di kawasan Pasifik dalam The 6th Melanesian Spearhead Group (MSG) Regional Security Strategy (RSS) Working Group Meeting yang diadakan di Honiara, Kepulauan Solomon. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai negara, termasuk Sekretariat MSG, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Indonesia, dan Fiji.
Dalam pertemuan ini, Direktur Jenderal Sekretariat MSG, Mr. Leonard Louma, selaku ketua pertemuan, menekankan pentingnya strategi keamanan regional bagi negara-negara Pasifik. Sesuai mandat dalam Komunike Pemimpin MSG 2023, Sekretariat MSG telah melakukan konsultasi dengan NGO dan CSO di masing-masing negara anggota. Konsultasi telah berlangsung di lima negara, yakni di Vanuatu pada 7 Juni, Kepulauan Solomon pada 13 Juni, Indonesia pada 19 Juni, Fiji pada 25 Juni, dan Papua Nugini pada 31 Mei serta 30 Agustus 2024. Dari konsultasi ini, muncul 14 isu penting yang mencakup batasan keamanan, definisi ancaman, keterlibatan lembaga lokal, dan pelibatan komunitas lokal dalam implementasi strategi.
Selama pertemuan, sejumlah langkah tindak lanjut juga disepakati, antara lain untuk menetapkan definisi keamanan, risiko, dan ancaman yang melibatkan para ahli bahasa dan hukum. Terkait isu pelibatan NGO, CSO, serta institusi tradisional dalam implementasi dan monitoring, setiap negara anggota akan menerapkannya sesuai kondisi masing-masing. Isu perjanjian perdagangan MSG dan pelibatan sektor swasta juga akan diformulasikan ulang, sementara isu HAM akan dibahas secara lebih hati-hati karena sifatnya yang sensitif.
Pertemuan ini juga memperlihatkan komitmen negara anggota MSG terhadap kerjasama dengan Indonesia, terutama dalam hal pelatihan dan program pertukaran. Delegasi mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang terjalin, dan diharapkan pertemuan selanjutnya akan diadakan dalam forum Police Ministerial Meeting pada awal tahun 2025 di Indonesia.
by admin | Aug 4, 2026 | Berita Utama
Poin Penting:
- Fraud as a Service (FaaS) makin marak di dark web, memungkinkan siapa saja, bahkan tanpa kemampuan hacking, melakukan penipuan dengan menyewa layanan sindikat peretas.
- Perbankan berisiko mengalami kerugian besar dan penurunan kepercayaan nasabah akibat meningkatnya kasus fraud dan penipuan daring, yang tercatat mencapai 14.495 aduan pada 2023–2024.
- Interpol meminta perbankan memperkuat keamanan siber, termasuk pemantauan rutin dan kewaspadaan terhadap phishing, untuk mencegah serangan FaaS.
Jakarta – Istilah Fraud as a Service (FaaS) merujuk kepada layanan yang ditawarkan oleh sindikat peretas untuk melakukan aksi penipuan. “Servis” ini kian marak ditemukan, terutama di dark web, dan mengancam berbagai industri, termasuk perbankan. KejahatanPerusahaan & Keuangan
Kasubag PI SET NCB Interpol Divhubinter Polri, AKBP Ahmad Fadilan menyebut, FaaS mampu memicu kerugian yang sangat besar bagi sektor perbankan. Dengan membayar sindikat peretas berpengalaman, seseorang tanpa kemampuan hacking sekalipun dapat melakukan fraud terhadap pelaku industri.
“Seseorang yang tidak ahli teknik peretasan pun dapat menyewa paket lengkap penipuan. Mulai dari phishing kit, jasa takeover akun, layanan kartu kredi palsu, money laundering, dan lain-lain, dari pihak lain,” terang Ahmad dalam acara Infobank Institute bertajuk Digital “Payment & Security Outlook 2026-2030: Trends, Competitive Landscape and Forecast Insight”, Jumat, 21 November 2025.
Ahmad mengaku pernah bertemu sejumlah peretas dalam negeri yang piawai membobol sistem keamanan siber. Berdasarkan testimoni mereka, layanan fraud tersebut benar-benar ditawarkan oleh pelaku kejahatan siber.
Ia mewanti-wanti potensi fraud yang bersumber dari sindikat ini. Bagi industri perbankan, kerugian yang ditimbulkan dapat mencapai angka besar dan berisiko menurunkan kepercayaan nasabah terhadap perusahaan.
“Ribuan pelaku kejahatan itu dilakukan oleh yang namanya white collar crime. Dan, ribuan pelaku kejahatan itu nilai kerugiannya sama dengan satu kasus. Tapi, sampai kiamat, mungkin nggak bisa selesai juga,” imbuh Ahmad.
Fenomena FaaS di Indonesia semakin mengkhawatirkan mengingat tingginya tingkat penipuan daring. Ahmad menyebut, dari puluhan ribu laporan masyarakat ke kepolisian sepanjang 2023–2024, penipuan online menjadi yang tertinggi dengan 14.495 aduan. Perlindunganterhadap Pencurian Identitas
Ia bahkan menceritakan satu kasus di mana sebuah wilayah di Indonesia diketahui warganya menerapkan praktik FaaS. Mereka menipu masyarakat yang kurang literasi digital untuk memperkaya diri, bahkan menurunkan ilmu penipuan tersebut ke teman atau kerabat.
Rekomendasi Penguatan Keamanan Siber
Untuk menangkal FaaS, Ahmad memberikan sejumlah rekomendasi bagi perbankan. Langkah sederhana seperti pemantauan siber secara berkala dan menghindari pesan mencurigakan yang berpotensi mengandung phishing bisa membantu meminimalkan ancaman fraud.
“Waspada dengan modus phishing. Hati-hati, dengan email, pesan, atau panggilan yang meminta informasi yang sensitif. Ini sampai sekarang masih tinggi nih modus-modus seperti ini,” bebernya.
Ia menambahkan, industri perbankan perlu terus memperbarui pengetahuan mengenai tren keamanan siber agar dapat mencegah insiden yang merugikan. (*)
*Sumber infobanknews.com
by admin | Aug 4, 2026 | Berita Utama
Solok, (Info Publik Solok) – Setelah resmi berganti tampuk pimpinan, Polres Solok Kota menggelar upacara penyambutan pejabat baru Kapolres Solok Kota AKBP Abdus Syukur Felani, S.IK, sekaligus kenal pamit dan pelepasan pejabat lama AKBP Ahmad Fadilan, S.Si, M.Si, M.Sc, Jum’at (19/07) di Mako Polres Solok Kota.
Prosesi pelepasan AKBP Ahmad Fadilan untuk kembali ke Mabes POLRI, melanjutkan pengabdian sementara sebagai Pamen Yanma, berlangsung penuh haru. Sebelum ditugaskan ke Solok, AKBP Ahmad Fadilan juga sudah berdinas di Mabes POLRI pada NCB Interpol Indonesia Divhubinter POLRI yang bermarkas di Tawau, Malaysia.
AKBP Ahmad Fadilan yang saat itu didampingi sang istri Ny. Dewi Ahmad Fadilan dilepas dengan tradisi payung pora serta gerbang pora untuk kemudian menyalami satu persatu pejabat utama, perwira, personel, serta PNS dan staf di lingkungan Polres setempat menuju armada (mobil) yang telah menunggunya di gerbang Mako.
Kesedihan tak dapat disembunyikan oleh jajaran anggota melepas kepindahan salah satu pimpinan terbaik yang pernah mengomandoi mereka dan selama lebih kurang 2 tahun bersama menjalankan roda organisasi (institusi). Tidak sedikit dari mereka yang bahkan tak mampu menahan air mata.
Sebelumnya AKBP Ahmad Fadilan mrnyampaikan pesan kepada jajaran anggota Polres Solok Kota agar senantiasa mendukung pimpinan dan semakin memperkuat soliditas dalam kinerja. Dia juga berharap Polres Solok Kota semakin jaya kedepannya.
Selama lebih kurang dua tahun menjabat sebagai Kapolres Solok Kota, Ahmad Fadilan mengaku mendapat kesan yang mendalam dan bersyukur pernah diamanahkan untuk mengabdi di daerah penghasil beras ternama ini.
AKBP Ahmad Fadilan juga mengaku mendapat banyak pelajaran dan pengalaman hidup selama memimpin Polres Solok Kota yang bakal dijadikan sebagai tambahan bekal untuk terus melangkah kedepan.
“Bagi saya dua tahun saya tugas disini adalah dua tahun yang penuh makna, dua tahun yang prnuh pembelajaran dan dua tahun yang sangat berkesan, ” ujar Ahmad Fadilan.
“Sama seperti beliau (AKBP Abdus Syukur Felani-red), awalnya saya bukan asli orang sini, tidak punya keluarga dan teman disini. Namun setelah dua tahun tugas, Alhamdulillah sudah punya banyak teman dan keluarga asuh disini. Insyaa Allah, semua pengalaman tugas itu lebih memperdaya kita lagi supaya sebagai anggota POLRI lebih mumpuni dan siap untuk penugasan-penugasan berikutnya, ” sampai AKBP Ahmad Fadilan.
Sementara itu, AKBP Abdus Syukur Felani menyampaikan terima kasih kepada AKBP Ahmad Fadilan dan berharap agar segala yang telah dilakukan dan ditorehkan oleh pendahulunya itu akan dikenang dan menjadi inspirasi serta amal ibadah di sisi Allah SWT.
“Prestasi yang telah Bapak torehan Insyaa Allah akan kami lanjutkan dan yang belum terlaksana akan kami upayakan untuk mewujudkannya. Selamat melanjutkan pengabdian di jabatan yang baru, semoga kekuatan dan kenikmatan senantiasa menyertai dalam menjalankan amanah baru serta lebih sukses lagi dan selamat nantinya dalam perjalanan ke tempat tugas yang baru, ” pungkas AKBP Abdus Syukur Felani.
Sumber : Infopublik.solokkota.go.id
by admin | Aug 4, 2026 | Berita Utama
Jakarta, 11 November — Sebasa Lemdiklat Polri menyelenggarakan ceramah pendidikan dengan materi “Kerja Sama Internasional” yang diikuti oleh 159 peserta didik bahasa asing. Kegiatan ini menghadirkan AKBP Ahmad Fadilan, S.Si., M.Si., M.Sc., selaku Kasubbag Asia-Pasifik dan Afrika Bag. PI Rokersin Divhubinter Polri, sebagai narasumber.
Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan pentingnya kerja sama internasional sebagai elemen strategis dalam upaya Polri menghadapi berbagai bentuk kejahatan lintas negara. Pemateri memaparkan mekanisme kolaborasi antarnegara, pertukaran informasi, serta peran Polri dalam forum dan organisasi internasional yang menjadi wadah koordinasi penegakan hukum global.
Narasumber menegaskan bahwa penguasaan konsep kerja sama internasional merupakan kompetensi krusial bagi anggota Polri, terutama dalam menghadapi perkembangan ancaman transnasional yang semakin kompleks. Kemampuan diplomasi, pemahaman budaya global, serta keahlian berkomunikasi dalam lingkungan multinasional menjadi faktor penting yang harus dikuasai untuk memperkuat kolaborasi keamanan antarnegara.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, para peserta didik diharapkan mampu memahami peran Polri dalam menjalin hubungan kerja sama internasional dan siap berkontribusi secara profesional dalam mendukung penegakan hukum di tingkat global.
@lemdiklatpolri.id
@divisihumaspolri
@chryshnandadwilaksana
@kabarlemdiklat
@polisi_indonesia
by admin | Aug 4, 2026 | Berita Utama
Infosumbar.net – Setelah dilakukan Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Polda Sumbar pada Selasa (19/07/2022), dan pisah sambut di Polres Solok Kota pada Kamis (21/07/2022).
AKBP Ahmad Fadilan S.Si., M.Sc., M.Si. resmi menjabat sebagai Kapolres Solok Kota menggantikan AKBP Ferry Suwandi S.I.K.
AKBP Ahmad Fadilan berasal dari Palembang Sumatera Selatan.
Pria kelahiran 09 Februari 1978 ini, memiliki istri Dewi Fadilan dan dua orang anak yang saat ini menetap di Palembang.
Fadilan, sapaan akrabnya merupakan anak ke dua dari tiga bersaudara. Ayahnya (Alm) berkerja sebagai PNS di salah satu univeristas Islam di Palembang dan ibunya bekerja di PDAM. Diantara ketiganya, hanya Ahmad Fadilan yang melanjutkan karir sebagai polisi.
Fadilan, merupakan alumni Universitas Sriwijaya Palembang pada Jurusan Kimia Murni. Selama berkuliah, Fadilan aktif menjadi aktivis, ketua senat dan Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM). Selain itu, selama berkuliah ia juga sempat menjadi Ketua Uum IKA HIMKI (Ikatan Mahasiswa Kimia se-Indonesia).
“Ketika kuliah tahun 1998 yang termasuk sebagai tahun revolusi indonesia saya termasuk aktivis kampus, ketua senat dan juga ketua DPM. Selain itu saya pernah menjadi ketua IKA HIMKI Ikatan Mahasiswa Kimia se-Indonesia dimana saat itu saya adalah orang pertama yang menjadi ketua organisasi mahasiswa se Indonesia yang berasal dari luar pulau jawa. Lumayan berat bebannya, saya tinggal komitmen dengan diri saya saja, makanya selama saya sering keliling indonesia,” katanya saat diwawancarai Infosumbar di rungannya pada Rabu (27/07/2022).
Sementara itu, perjalanan karirinya dari Sarjana Kimia hingga menjadi polisi dimulai pada tahun 2002 saat teror bom bali terjadi.
Disaat itu, Polri membutuhkan banyak SDM pada keilmuan eksakta.
“Saat itu Polri membuka kesempatan berbagai bidang ilmu termasuk sarjana kimia untuk menjadi perwira. Kemudian dari kampus ditawarkan melalui jalur Perwira Polri Sumber Sarjana (PPSS). Padahal sebelumnya saya sudah bekerja disalah satu perusahaan swasta. Dengan mengikuti saran dosen dan teman, akhirnya saya coba ikut dan ternyata lolos seleksi saat itu bersama tiga orang lainnya,” ujarnya.
Setelah lolos seleksi pun, ia sempat belum yakin karena sebelumnya memang sudah ada pekerjaan yang cukup matang.
Namun, hal itu diyakinkan dan diberi motivasi oleh ayahnya.
Fadilan mengatakan ayahnya lah yang dulu yang termasuk memotivasinya untuk menerima dan beralih profesi sebagai Polri dan pada akhirnya Fadilan yakin untuk melanjutkan karirnya di kepolisian.
Setelah lolos seleksi masuk polisi lewat sarjana untuk perwira Polri, Fadilan mengikuti pendidikan AKPOL selama sebelas bulan. Kemudian, dinas pertamanya di Laboratorium Forensik Polda Palembang Sumatera Selatan dari tahun 2003 hingga 2010 sebagai pemerikasa barang bukti yang hasilnya digunakan sebagai kepentingan penyidikan.
“Karena saya polisi forensik yang saat itu sedikit komunitasnya, saya dapat master double degree saya itu melalui beasiswa. Gelar M.Si di UNSRI dapat dari beasiswa Bappenas, kemudian gelar M. Sc, dari beasiswa pemerintah belanda, konsentrasional M. Sc nya di Delft University of Technology Belanda tahun 2008 hingga 2009 saat saya masih sebagai perwira,” tuturnya.
Salah satu dari sekian kasus yang sempat ditanganinya bersama tim Forensik Polda Sumsel adalah dikala penemuan mayat tanpa kepala yang sempat menghebohkan Palembang dikala itu.
“Salah satu kasus yang saya tangani saat itu bersama tim adalah penemuan mayat tanpa kepala yang terjadi di Palembang. Saat itu kami bersama tim memerikasa semua bukti, hingga pelaku bisa ditangkap dan bagian tubuh yang hilangpun dapat ditemukan,” tuturnya.
Setelah itu, Fadilan mendapat panggilan menjadi Staf Pribadi Pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Spripim) tahun 2010 hingga 2016 di Mabes Polri. Kemudian, tahun 2016 hingga 2022, setelah lulus Sespim, Fadilan dipindahkan ke Divhubinter dan sempat tiga setengah tahun di Tawau, Malaysia.
“Enam tahun di Interpol, salah satu bagian dari Divisi Hubungan Internasional Polri yang termasuk mengurusi personil Polri di luar negri. Ketika saya ditugaskan diluar negeri saya sudah menjadi Divhubinter atau Interpol sejak 2016 sejak saya selesai Sespim. Saya sudah jadi orang Interpol dulu baru saya lolos seleksi, setelah selesai selama satu setengah tahun diluar negeri,” kata dia.
Selama tiga setengah tahun di Serawak Malaysia sebagai perwakilan Polri, Fadilan menjelaskan beberapa tugasnya diantaranya membina hubungan baik dengan kepolisian setempat, meningkatkan kapasitas kepolisian indonesia maupun kepolisian negara ditempat ia bertugas seperti sharing ilmu, sharing penanganan kasus, yang ia fasilitasi.
“Misalnya tiap tahun saya mengundang instruktur dari Mabes Polri, untuk menyampaikan materi di kepolisian, malaysia tempat saya tugas. Kemudian meningkatkan kerja sama peningkatan hukum. Misalnya ada kasus penyeludpan narkoba, penyeludupan barang terlarang, termasuk penyeludupan orang dengan adanya perwakilan polri disitu, diharapkan komunikasinya bisa intens,” ujarnya.
Adapun hingga sampai hari ini, Fadilan menyebut salah satu motto hidupnya seperti pepatah Perjalanan ribuan mil dimulai dengan satu langkah.
“Perjalanan ribuan mil dimulai dari satu langkah pertama. Itu motivasi hidup saya juga, artinya apapun yang akan terjadi di masa depan atau hal-hal yang besar dihidup ini pasti dimulai dari hal yang kecil. Dan satu langkah pertama itu memang sulit. Jangan pernah sepelekan hal kecil. Misalnya, sebelum saya sampai didetik ini saya dulu awalnya ditelfon oleh teman dan dosen yang memotvasi saya untuk bisa menjadi polisi, dan akhirnya saya coba. Kan itu hal kecil bisa saja saya abaikan dan kalau misalnya saya abaikan saya tidak disini sekarang,” tutupnya. (Ayi)